Wajah Baru itu Nyata: Bagaimana Polri Mengubah Dirinya dalam Waktu yang Lebih Singkat dari yang Dibayangkan
Perubahan institusi biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum terasa oleh masyarakat. Namun Polri membuktikan sesuatu yang berbeda dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas: dalam waktu kurang dari satu tahun, perubahan yang cukup nyata sudah bisa dirasakan oleh lebih dari delapan puluh persen responden.
Perubahan pertama yang dirasakan masyarakat adalah pelayanan yang semakin humanis. Polri tidak lagi hadir semata-mata sebagai aparat yang menegakkan aturan, tetapi semakin sering tampil sebagai mitra warga yang membantu menyelesaikan masalah. Bhabinkamtibmas yang lebih aktif di lapangan, petugas yang lebih ramah di kantor polisi, dan respons yang lebih cepat terhadap keluhan menjadi perubahan yang paling dirasakan langsung.
Perubahan kedua adalah transparansi dalam penegakan disiplin internal. Sanksi tegas terhadap anggota yang melanggar — yang kini diketahui oleh 94,3 persen responden — mengirimkan pesan kuat bahwa Polri serius berbenah dari dalam.
Sandri Rumanama, Kornas Presidium Pemuda Timur, menegaskan kinerja institusi ini harus diapresiasi, dan ini menandakan desakan reformasi Polri selama ini berjalan dengan baik. Angka kepuasan masyarakat ini menandakan wajah baru Polri yang lebih profesional adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh personil Kepolisian, ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Ketiga, skor profesionalitas yang naik dari 7,76 menjadi 8,37 dari penilaian 20 aspek layanan membuktikan bahwa perubahan bukan hanya di permukaan — ia meresap ke dalam cara kerja sehari-hari aparat di lapangan. Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan, tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
