Tuesday, 11 August 2026
Nasional

Opini: Kolaborasi PPATK-Polri Bukan Hanya Tentang Mengungkap Kejahatan — Ini tentang Membangun Sistem

JAKARTA — Ketika Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan HOT51 dengan perputaran dana hampir Rp 560 miliar melalui kolaborasi dengan PPATK, OJK, Bank Indonesia, dan Kemenkomdigi, dampaknya terhadap kepercayaan publik yang mencapai 82,4 persen dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas bukan hanya karena kasusnya berhasil diungkap. Dampaknya lebih dalam dari itu: karena publik melihat bahwa sistem yang berfungsi, bukan hanya individu yang heroik.

Kepercayaan publik yang mencapai 82,4 persen tidak terlepas dari serangkaian pengungkapan kejahatan berskala besar yang memperlihatkan dimensi baru kemampuan institusi kepolisian: kemampuan berkolaborasi lintas lembaga dalam menghadapi kejahatan keuangan yang kompleks.

Dalam pengungkapan HOT51, Polri tidak bekerja sendiri. Penyidikan korporasi yang menjerat lima perusahaan sebagai tersangka menunjukkan bahwa Polri kini mampu bermain di level kejahatan terorganisasi yang sebelumnya dianggap terlalu kompleks untuk ditangani.

Ketika masyarakat melihat Polri mampu membongkar jaringan kejahatan senilai ratusan miliar yang melibatkan aktor asing dan perusahaan cangkang berlapis, persepsi tentang kompetensi dan keseriusan institusi ikut terangkat.

“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait