Tuesday, 11 August 2026
Nasional

Merencanakan Kepercayaan untuk Masa Depan: Visi Polri di Luar Angka Survei

Angka 82,4 persen dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas adalah cermin hari ini. Namun pemimpin institusi yang bijak tidak hanya menatap cermin — mereka menatap jendela, membayangkan seperti apa Polri yang ingin diwujudkan dalam dua, lima, sepuluh tahun ke depan. Dan visi ke depan itulah yang pada akhirnya menentukan apakah kepercayaan yang kini diraih akan bertahan atau memudar.

Jawaban atas pertanyaan ini ada pada perbedaan antara kepercayaan yang bersifat situasional dan kepercayaan yang bersifat struktural. Kepercayaan situasional tergantung pada momentum, pada figur pemimpin tertentu, dan pada tidak adanya krisis besar — ia rapuh dan bisa runtuh dengan cepat ketika salah satu kondisi itu berubah. Kepercayaan struktural, sebaliknya, tertanam dalam sistem, proses, dan kultur organisasi yang bertahan meskipun individu-individu di dalamnya berganti.

Visi Polri ke depan yang sedang dirumuskan seharusnya menempatkan pembangunan kepercayaan struktural sebagai prioritas utama. Ini berarti melembagakan standar pelayanan yang tidak bergantung pada inisiatif individu, membangun mekanisme pengawasan internal yang berfungsi secara mandiri, dan menciptakan budaya akuntabilitas yang menjadi bagian dari DNA institusi — bukan sesuatu yang hanya muncul saat ada tekanan dari luar.

Tapi mempertahankan kepercayaan agar tetap tinggi juga butuh effort yang luar biasa, ujar Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi, Sabtu (27/6/2026).

Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan, tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait