Tuesday, 11 August 2026
Nasional

Analisis: Mengapa Pemerataan Kepercayaan Polri ke Daerah Terpencil adalah PR yang Paling Sulit

JAKARTA — Dari semua tantangan yang diidentifikasi dalam analisis survei Polri 2026 Litbang Kompas, ada satu yang secara struktural paling sulit diselesaikan: memastikan bahwa kepercayaan publik 82,4 persen yang tercatat secara nasional juga terasa merata di daerah-daerah terpencil yang secara historis paling tidak terlayani oleh institusi kepolisian.

Cakupan 38 provinsi yang digunakan dalam metodologi survei ini justru menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam interpretasinya. Angka rata-rata menyembunyikan variasi yang mungkin sangat signifikan antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Di kota-kota besar dengan akses layanan digital Polri yang lebih baik, kepuasan mungkin lebih tinggi. Di daerah terpencil yang akses ke kantor polisi saja membutuhkan perjalanan berjam-jam, persepsi mungkin berbeda.

Program Bhabinkamtibmas yang tersebar di seluruh pelosok nusantara adalah kunci untuk memastikan bahwa transformasi Polri bukan hanya terjadi di Jakarta dan kota-kota besar, tetapi meresap hingga ke tingkat pelayanan yang paling dasar di seluruh wilayah Indonesia.

“Kenaikan angka kepuasan dan profesionalitas ini merupakan buah dari dedikasi seluruh personel Polri, mulai dari tingkat Mabes hingga para Bhabinkamtibmas yang menjadi ujung tombak pelayanan di desa-desa,” tegas Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Jumat (26/6/2026).

“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait