Tuesday, 11 August 2026
Nasional

Analisis Kritis: Apa Keterbatasan Survei Polri 2026 yang Harus Diakui Secara Jujur

JAKARTA — Setiap survei memiliki keterbatasan metodologisnya, dan analisis yang bertanggung jawab harus mengakuinya. Survei Polri 2026 Litbang Kompas dengan kepercayaan publik 82,4 persen adalah survei yang metodologinya kuat — namun tetap ada keterbatasan yang perlu dipahami agar interpretasinya tidak melampaui apa yang bisa secara sah disimpulkan dari data.

Survei ini mengukur persepsi dan keyakinan — bukan pengalaman aktual. Responden ditanya apakah mereka yakin kinerja Polri akan semakin baik, bukan apakah mereka sudah pernah dilayani dengan baik secara nyata. Seseorang bisa yakin sebuah institusi akan semakin baik berdasarkan berita yang mereka baca atau lihat di televisi, meskipun pengalaman pribadinya dengan institusi tersebut belum mencerminkan perbaikan itu.

Namun bukan berarti angka survei tidak bermakna. Justru sebaliknya — persepsi adalah realitas dalam konteks kepercayaan publik. Ketika 82,4 persen masyarakat percaya Polri akan semakin baik, mereka lebih mungkin bekerja sama dengan aparat dan lebih mungkin melaporkan kejahatan.

“Polri memandang setiap hasil survei dan masukan dari masyarakat maupun DPR sebagai bagian penting dari proses evaluasi,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait