Tuesday, 11 August 2026
Nasional

Opini: Media Sosial Menghancurkan Polri di 2025 — dan Media Sosial Juga yang Memulihkannya di 2026

JAKARTA — Tidak ada yang lebih jelas menggambarkan kekuatan sekaligus ketidaknetralan media sosial dibanding perjalanan citra Polri dari 44,5 persen (September 2025) ke 71,5 persen (2026) sebagaimana terdokumentasi dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas. Media sosial adalah senjata yang menghancurkan — dan kemudian, media sosial juga yang membantu memulihkan.

Media sosial adalah senjata yang tidak memihak. Ia bisa menghancurkan reputasi institusi dalam satu malam — seperti yang pernah terjadi pada Polri. Tapi ia juga bisa memulihkan reputasi itu, satu momen positif dalam satu waktu, jika institusi cukup bijak untuk menggunakannya dengan benar.

Kepercayaan 82,4 persen yang kini diraih Polri adalah, sebagian, kemenangan narasi di media sosial — narasi positif yang dihasilkan oleh tindakan nyata yang berhasil diviralkan: Bhabinkamtibmas yang membantu warga, pengungkapan kejahatan besar, sanksi tegas terhadap anggota yang melanggar.

“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait