Opini: Empat PR Polri yang Disebut DPR adalah Peta Jalan, Bukan Kritik
JAKARTA — Ketika Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyebut premanisme, kejahatan jalanan, narkoba, dan kejahatan digital sebagai pekerjaan rumah Polri dalam merespons survei Polri 2026 Litbang Kompas, banyak yang membacanya sebagai kritik. Tapi pembacaan yang lebih cermat menunjukkan sesuatu yang berbeda: ini adalah peta jalan, bukan hujatan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni secara spesifik menyebut empat tantangan utama yang harus menjadi prioritas Polri ke depan: pemberantasan premanisme, kejahatan jalanan, peredaran narkoba, serta kejahatan berbasis digital yang terus berkembang.
“Tingginya kepercayaan publik menunjukkan bahwa kerja keras Polri ini nyata dirasakan oleh masyarakat. Ini adalah buah dari kerja keras Polri. Selanjutnya jangan lengah dan tetap pertahankan kinerja baik ini,” tegas Sahroni, Jumat (26/6/2026).
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir memastikan bahwa Polri tidak akan berhenti di angka survei. “Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Angka 82,4 persen kepercayaan publik justru meningkatkan standar ekspektasi masyarakat. Semakin tinggi kepercayaan yang diberikan, semakin berat beban yang harus dipikul untuk mempertahankannya.
