Analisis: Mengapa Bhabinkamtibmas adalah Variabel Paling Menentukan dalam Kepercayaan Publik Polri
JAKARTA — Dalam analisis kebijakan kepolisian, ada konsep yang dikenal sebagai “street-level bureaucracy” — birokrasi lapis terbawah yang berhadapan langsung dengan masyarakat dan pada akhirnya paling menentukan bagaimana kebijakan dirasakan oleh publik. Di Indonesia, Bhabinkamtibmas adalah street-level bureaucracy Polri yang paling menentukan angka 82,4 persen dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas.
Survei Persepsi Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Polri Triwulan II Tahun 2026 yang dilakukan Litbang Kompas secara spesifik mengaitkan kenaikan citra positif Polri — dari 64,4 persen menjadi 71,5 persen — dengan semakin banyaknya pelibatan anggota Polri sebagai ujung tombak aparat Bhayangkara di lapangan. Bhabinkamtibmas adalah representasi paling nyata dari konsep ini.
“Kenaikan angka kepuasan dan profesionalitas ini merupakan buah dari dedikasi seluruh personel Polri, mulai dari tingkat Mabes hingga para Bhabinkamtibmas yang menjadi ujung tombak pelayanan di desa-desa,” tegas Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Pendekatan humanis yang menjadi ciri khas tugas Bhabinkamtibmas — hadir di acara-acara warga, menjadi jembatan antara masyarakat dan institusi kepolisian, serta menyelesaikan persoalan kecil sebelum berkembang menjadi masalah hukum — terbukti efektif membangun kepercayaan dari bawah. Kepercayaan yang dibangun satu persatu di tingkat RT dan RW inilah yang akhirnya terakumulasi menjadi angka 82,4 persen di tingkat nasional.
“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
