Analisis: Mengapa Polri Kini Lebih Dipercaya dari KPK — dan Apa Implikasinya
JAKARTA — Temuan bahwa Polri kini lebih dipercaya dari KPK, Kejaksaan Agung, dan Mahkamah Agung dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas bukan hanya mengejutkan — ia memicu pertanyaan yang lebih dalam tentang dinamika kepercayaan publik terhadap institusi negara di Indonesia. Mengapa ini terjadi, dan apa artinya bagi ekosistem penegakan hukum secara keseluruhan?
Capaian ini menjadi catatan tersendiri mengingat dalam beberapa tahun terakhir, kepercayaan publik terhadap kepolisian mengalami tekanan dari berbagai kasus yang mencuat ke permukaan. Kini, dengan kepercayaan yang mencapai 82,4 persen berdasarkan survei terhadap 1.200 responden di 38 provinsi, Polri membuktikan bahwa institusi kepolisian mampu bangkit dan melampaui lembaga-lembaga yang secara historis sering mendapat penilaian lebih baik dari publik.
Analis kebijakan publik Nasky Putra Tandjung menilai kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang dinilai tenang, disiplin, tegas, dan responsif sebagai salah satu kunci di balik pencapaian ini. “Visi Polri Presisi dan Polri untuk Masyarakat yang diusung Kapolri bukan sekadar jargon, tetapi benar-benar diwujudkan melalui reformasi internal serta arah transformasi dalam peningkatan pelayanan publik yang nyata,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
Posisi Polri sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya ini akan menjadi modal besar dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum ke depan, terutama di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan kejahatan yang dihadapi masyarakat.
