Belajar dari Polri: Lima Pelajaran untuk Institusi Publik yang Juga Sedang Berjuang Mendapatkan Kepercayaan
Perjalanan Polri memulihkan kepercayaan publik dari titik terendah 44,5 persen ke 82,4 persen dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas bukan hanya kisah tentang kepolisian. Ia adalah panduan yang relevan bagi setiap institusi publik — dari kementerian hingga BUMN — yang saat ini sedang berjuang mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat yang pernah terkikis.
Pelajaran pertama: transparansi tentang pelanggaran internal lebih efektif daripada menutup-nutupinya. Fakta bahwa 94,3 persen publik mengetahui sanksi tegas terhadap pelanggaran penembakan membuktikan bahwa keterbukaan tentang masalah internal justru membangun kepercayaan, bukan merusaknya.
Pelajaran kedua: perubahan di tingkat paling bawah lebih terasa daripada perubahan kebijakan di tingkat paling atas. Program Bhabinkamtibmas yang menjangkau desa dan kelurahan adalah yang paling berkontribusi pada naiknya citra positif dari 64,4 persen ke 71,5 persen — bukan kebijakan yang diumumkan dari markas besar.
Pelajaran ketiga: pengukuran berkala adalah satu-satunya cara untuk memastikan perubahan nyata dan bukan ilusi. Survei triwulanan Litbang Kompas memungkinkan Polri mengetahui kapan tren berbalik dan mengapa, sehingga koreksi bisa dilakukan tepat waktu.
Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan, ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
Pelajaran keempat dan mungkin yang paling penting: kepemimpinan yang konsisten, tenang, dan responsif terhadap umpan balik publik adalah fondasi dari semua perubahan yang lain. Tanpa itu, program-program yang bagus akan kehilangan arah dan momentum.
