Monday, 10 August 2026
Nasional

Kamera di Persimpangan, Damai di Jalan: Kisah Tilang Elektronik yang Kurangi Gesekan antara Polisi dan Warga

Ada ribuan gesekan kecil yang terjadi setiap hari antara pengendara dan polisi lalu lintas di jalan-jalan Indonesia. Tilang elektronik ETLE mungkin tidak menghilangkan semua gesekan itu — tapi ia mulai mengubah dinamikanya secara fundamental, dan dampaknya terasa dalam kepercayaan publik yang terus naik dalam survei Polri 2026 Litbang Kompas.

Dengan ETLE, kamera pintar merekam pelanggaran secara otomatis tanpa melibatkan petugas secara langsung. Bukti pelanggaran berbentuk foto atau video yang tidak bisa diperdebatkan. Surat tilang dikirimkan ke alamat pemilik kendaraan berdasarkan data registrasi. Proses pembayaran dilakukan secara online. Seluruh rantai proses ini menghilangkan interaksi tatap muka yang selama ini menjadi titik rawan — baik untuk praktik pungutan tidak resmi maupun untuk konflik verbal antara petugas dan pengendara.

Perubahan ini berkontribusi pada meningkatnya kepercayaan publik dan skor profesionalitas Polri dalam Survei Litbang Kompas 2026. Ketika warga tidak lagi harus berdebat dengan petugas di pinggir jalan dan ketika proses penindakan menjadi lebih transparan dan dapat diprediksi, persepsi terhadap keadilan penegakan hukum lalu lintas ikut membaik.

Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan, tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait