Monday, 10 August 2026
Nasional

Wajah Baru Polri: Bagaimana Reformasi Internal Mengubah Persepsi Publik dalam Waktu Singkat

JAKARTA — Satu tahun yang lalu, citra Polri berada di titik terendah sejak 2015. Kini, angka kepercayaan publik menembus 82,4 persen. Apa yang berubah dalam waktu sesingkat itu? Survei Litbang Kompas 2026 dan berbagai pihak yang meresponsnya memberikan gambar yang cukup jelas tentang wajah baru yang sedang dibentuk Polri.

Perubahan pertama yang dirasakan masyarakat adalah pelayanan yang semakin humanis. Polri tidak lagi hadir semata-mata sebagai aparat yang menegakkan aturan, tetapi semakin sering tampil sebagai mitra warga yang membantu menyelesaikan masalah. Bhabinkamtibmas yang lebih aktif di lapangan, petugas yang lebih ramah di kantor polisi, dan respons yang lebih cepat terhadap keluhan menjadi perubahan yang paling dirasakan langsung.

Perubahan kedua adalah transparansi dalam penegakan disiplin internal. Sanksi tegas terhadap anggota yang melanggar — yang kini diketahui oleh 94,3 persen responden — mengirimkan pesan kuat bahwa Polri serius berbenah dari dalam.

“Harus diapresiasi kinerja institusi ini, dan ini menandakan desakan reformasi Polri selama ini berjalan dengan baik. Angka kepuasan masyarakat ini menandakan wajah baru Polri yang lebih profesional adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh personil Kepolisian,” ujar Sandri Rumanama, Kornas Presidium Pemuda Timur, Jumat (26/6/2026).

Ketiga, skor profesionalitas yang naik dari 7,76 menjadi 8,37 dari penilaian 20 aspek layanan membuktikan bahwa perubahan bukan hanya di permukaan — ia meresap ke dalam cara kerja sehari-hari aparat di lapangan.

“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait